1- Kenapa Akun Moenive Raja Singkong harus mosting 20 konten sehari. Karena kontennya tergolong konten lemah, tanpa biometriks (wajah dan suara), tanpa teks, tanpa narasi, tanpa estetika editing, tanpa musik. Sistem algoritma mungkin mendistribusikan kontennya ke relevan audience, tapi relevan audience yang berandanya sudah dilewati kontennya kemungkinan kehilangan sinyal karena minimnya metriks relevansi.
Berbeda dengan konten yang ada suara kreatornya, ada metriks relevansi yang sangat mendominasi, konten serupa akan kembali lagi pada audience yang sudah mendengarkan suara kreator dalam beberapa waktu.
2- Mengapa Eka Purwanti harus mengulangi konten-konten serupa? Karena dominasi metriks di konten yang viral 32 juta views adalah object gambar dalam video bukan suara bukan wajah kreator bukan kata kunci.
Berkali-kali saya jelaskan; ada 5 metrik relevansi konten yang menyebabkan konten akan didistribusikan sistem pada audience yang tepat (Suara/Musik, Wajah/Object gambar dalam video, kata kunci, bahasa dan durasi) jika ada konten yang sangat viral perhatikan salah satu di antara 5 metriks tadi, apa yang mendominasi? Apakah karena suara/musik, wajah/object, atau kata kunci, lalu ulangi lagi.
3- Mengapa suara Ahmad Yani bisa FYP di akun Agus Teknisi Laut? Karena di segmen audience otomotif suara Ahmad Yani sudah sangat familiar, maka kemanapun suaranya berpindah akun, asal membahas otomotif yang terdiri dari banyak kata-kunci otomotif, konten tersebut akan didistribusikan ke audience loyal yang biasanya antusias pada konten-konten Ahmad Yani sebelumnya.
Kalau kurang paham, bisa tanya.
Komentar
Posting Komentar